• Selasa, 31 Januari 2023

Sejarah Tahun Baru Imlek di Indonesia, Tak Terlepas dari Peranan Presiden Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri

- Senin, 9 Januari 2023 | 07:25 WIB
Sejarah Tahun Baru Imlek di Indonesi. (Pexels.com/hongson)
Sejarah Tahun Baru Imlek di Indonesi. (Pexels.com/hongson)

PANTURA TALK- Tahun baru Imlek merupakan momen perayaan penting dan hari yang paling ditunggu bagi orang Tionghoa.

Perayaan tahun baru imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh pada tanggal ke-15. Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti "malam pergantian tahun".

Namun demikian, tahu kah kamu bahwa dulu pada masa orde baru perayaan Imlek serta keagamaan Tionghoa sempat dilarang dibawah pemerintahan Soeharto?

Baca Juga: Makam Belanda di Benteng Speelwijk, Spot Menarik Untuk Berswafoto

Sebelumnya, Presiden Soeharto mengeluarkan surat instruksi presiden Nomor 14 Tahun 1967 yang didalamnya berisi melarang kegiatan keagamaan Konghucu secara terbuka di Indonesia.

Namun instruksi tersebut dianggap diskriminatif oleh Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Instruksi tersebut dicabut oleh Gus Dur dengan mengeluarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 6 Tahun 2000.

Baca Juga: Keraton Kaibon, Destinasi Wisata Sejarah di Kawasan Banten Lama

Kemudian pada tahun 2002, Megawati Soekarnoputri yang pada masa itu menggantikan Gus Dur mengeluarkan Kepres Nomor 19 Tahun 2002 menjadikan perayaan Imlek sejak tahun 2003 sebagai hari libut Nasional.

Hal itu dikatakan megawati sebagai bentuk pluralisme dimana semua agama mempunyai hak yang sama.***

Halaman:

Editor: Abdul Kadir

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penampakan Sebuah Situs Bersejarah di Pemakaman Umum

Jumat, 20 Januari 2023 | 17:33 WIB

Peran Tokoh-tokoh Nasional Kemerdekaan Indonesia

Senin, 26 Desember 2022 | 08:23 WIB

Dulu Sebuah Gereja, Kini Menjadi Deretan Ruko

Kamis, 17 November 2022 | 01:44 WIB
X