• Minggu, 25 September 2022

Masuknya Islam di Indonesia, Makam Sultan Al Malik Ash Shalih Bukti Islam Telah Ada pada Abad ke-13 Masehi

- Sabtu, 4 Juni 2022 | 14:38 WIB
Makam Sultan Al Malik Ash Shalih, Desa Beuringen, Kecamatan Samudra, Aceh Utara.
Makam Sultan Al Malik Ash Shalih, Desa Beuringen, Kecamatan Samudra, Aceh Utara.

 

PANTURA TALK - Ketika perdagangan di sekitar Selat Malaka dan daerah lainnya di kepulauan Indonesia semakin maju, pedagang-pedagang dari Arab, Persia, dan Gujarat turut meramaikan kegiatan tersebut.

Kapal-kapal dagang dari Arab, Persia, dan Gujarat mulai menyinggahi beberapa tempat di pesisir Sumatra sejak abad ke-7 Masehi.

Melalui hubungan dagang, para pedagang memperkenalkan ajaran dan nilai-nilai Islam kepada masyarakat di Indonesia.

Baca Juga: Teori Masuknya Kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia, Tak Lepas dari Peran Jalur Sutera

Selain pedagang, para mubaligh dan ulama juga turut serta memperkenalkan ajaran Islam. Hasilnya, terbentuklah sejumlah pemukiman muslim di berbagai daerah seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Maluku.

Pada abad ke-13 Masehi, mulai berdiri kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Kerajaan kerajaan tersebut lahir sebagai suatu kekuatan politik ekonomi, dan budaya yang baru setelah berakhirnya masa kerajaan-kerajaan Hindu Buddha di Indonesia.

Bagaimanakah perkembangan masyarakat Indonesia pada masa Islam? Mari, kita pelajari bersama.

Beberapa pendapat yang menjelaskan waktu masuknya Islam dan tempat asalnya, antara lain:

a. Pendapat pertama menyatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 Masehi. Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) mengatakan bahwa Islam berasal dari tanah kelahirannya, yaitu Arabatau Mesir.

Halaman:

Editor: Risqi Fauzan Mustofa

Sumber: MGMP IPS Kab. Tegal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X