• Minggu, 25 September 2022

Teori Masuknya Kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia, Tak Lepas dari Peran Jalur Sutera

- Selasa, 31 Mei 2022 | 22:52 WIB
Ilustrasi Teori Masuknya Agama Hindu dan Buddha di Indonesia. Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. (PikiranRakyat)
Ilustrasi Teori Masuknya Agama Hindu dan Buddha di Indonesia. Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. (PikiranRakyat)

PANTURA TALK - Masa Hindu-Buddha disebut juga sebagai masa klasik, yaitu berasalnya unsur-unsur kebudayaan India di kepulauan Indonesia.

Masuknya Hindu-Buddha di Indonesia tak lepas dari peran, dan interaksi antar pedagang dari Cina, India, dan Eropa yang melintasi Jalur Sutera. Semula, Jalur Sutera darat dengan rute yang membentang dari Cina, melintasi daratan Asia Tengah, sampai ke Eropa.

Kain sutera kala itu menjadi komoditas utama perdagangan. Oleh karenanya, jalur perdagangan darat yang melintasi belahan bumi itu dinamakan Jalur Sutera (darat). Tak hanya sutera, barang-barang lain seperti, rempah-rempah dan wewangian juga ramai di perdagangkan.

Baca Juga: Jejak Sejarah Benteng VOC Kota Tegal, Masyarakat Tegal Harus Tahu

Popularitas Jalur Sutera darat yang sudah ada sejak sebelum Masehi itu perlahan mulai redup. Seiring dengan medan yang rusak dan berbahaya di wilayah Asia Tengah (Pegunungan Himalaya).

Kemajuan dalam bidang maritim pun turut serta mendukung peralihan Jalur Sutera yang sebelumnya via darat menuju ke laut (kapal).

Peralihan tersebut membuat keutungan bagi Indonesia. Wilayah yang sebagian besar lautan itu menjadi tempat transit (pemberhentian) para pedagang dari Cina dan India. Adanya hal itu, interaksi antar budaya pun dimulai.

Berbagai teori (pendapat) tentang masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia serta menyertai kajian sejarah tentang masa klasik itu. 

Setidaknya ada 4 teori tentang masuknya kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia, yaitu: 

Halaman:

Editor: Risqi Fauzan Mustofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X