Mengenal Lebih Dekat Tarian Sintren dan Lais yang Nyaris Terlupakan

- Senin, 11 April 2022 | 02:05 WIB
Mengenal Kembali Tari Sintren Yang Semakin Terlupakan || Foto : Instagram @bhayphoto.official
Mengenal Kembali Tari Sintren Yang Semakin Terlupakan || Foto : Instagram @bhayphoto.official

PANTURA TALK- Tarian Sintren atau lais adalah tarian yang berdasarkan magis, biasanya diadakan dalam upacara adat untuk mohon hujan diadakan selama 40 malam bertutur-turut.

Sintren yang pegang peran adalah gadis yang masih murni, bila gadis tersebut sudah tidak murnilagi maka yidak akan dapat menerimaroh yang akan masuk kedalam badannya.

Lais yang pegang peran adalah bujang (jejaka) juga harus yang masih murni. Baik sintren ataupun lais didampingi oleh BODOR (pelawak) sebanyak dua oang. Tari-tarian itu dilakukan dalam keadaan tidak sadar (kesurupan).

Baca Juga: Disebut Sebagai Crazy Rich Pertama Indonesia, Raja Mulawarman Pernah Flexing Upacara Persembahan 20 Ribu Sapi

Mengutip dari buku Tegal Sepanjang Sejarah karya Somarmo BA dkk, kedua macam tarian itu berbeda baik nyanyian ataupun instrument yang mengiringi. Sintren diiringi dengan gambang dan gendang, sedangkan lais diiringi dengan gambang dan buyung (gentong kecil). Lagu dan syairnya pun berbeda.

CONTOH SYAIR UNTUK SINTREN

Turun-turun sintren

Sintrene widadari

Nemu kembang yona-yani

Kembange si jaya entrok

Halaman:

Editor: Risqi Fauzan Mustofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penampakan Sebuah Situs Bersejarah di Pemakaman Umum

Jumat, 20 Januari 2023 | 17:33 WIB

Peran Tokoh-tokoh Nasional Kemerdekaan Indonesia

Senin, 26 Desember 2022 | 08:23 WIB

Dulu Sebuah Gereja, Kini Menjadi Deretan Ruko

Kamis, 17 November 2022 | 01:44 WIB
X