• Sabtu, 26 November 2022

Sejarah Tanggal 30 Maret Diperinati Hari Film Nasional, Inilah Sosok Bapak Perfilman Indonesia

- Rabu, 30 Maret 2022 | 13:16 WIB
Potret Usmar Ismail - Tokoh Pahlawan RI (dok. wikipedia)
Potret Usmar Ismail - Tokoh Pahlawan RI (dok. wikipedia)
PANTURA TALK- Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25 Tahun 1999, Hari Film Nasional ditetapkan secara resmi oleh Presiden BJ Habibie.
 
Tanggal 30 Maret 1950 merupakan hari bersejarah bagi dunia perfilman Indonesia, dimana pada tanggal tersebut pertama kalinya film cerita dibuat oleh orang dan perusahaan Indonesia, yaitu Usmar Ismail.
 
Usmar Ismail, disebut sebagai Bapak Perfilman Indonesia, dimana salah satu film produksi beliau "Darah dan Doa".
 
 
Tanggal 30 Maret merupakan hari pertama pengambilan gambar atau syuting untuk film "Darah dan Doa".
 
Film yang dirilis pada tahun 1950 itu menandai kebangkitan perfilman tanah air.
Titik terang kebangkitan film nasional pun akhirnya terlihat.
 
Sutradara Indonesia Usmar Ismail berhasil memproduksi sebuah film berjudul Darah dan Doa atau The Long March of Siliwangi melalui perusahan film miliknya sendiri, Perfini.
 
 
Hari pertama pengambilan gambar ini jatuh pada tanggal 30 Maret 1950. Tanggal inilah yang kemudian dipilih oleh Dewan Film Nasional sebagai HFN (Hari Film Nasional)
Mengapa Darah dan Doa?
 
Ada alasan khusus mengapa film ini dijadikan sebagai penanda bangkitnya industri perfilman Indonesia.
 
Darah dan Doa menceritakan perjalanan panjang (long march) prajurit Indonesia dan keluarga mereka dari Yogyakarta ke pangkalan utama mereka di Jawa Barat.
 
 
Perjalanan ini dipimpin oleh Kapten Sudarto, yang menjadi tokoh utama di dalam film ini. Kapten Sudarto diceritakan bukan hanya sebagai pemimpin tapi juga sebagai seorang manusia yang rawan membuat kesalahan.
 
Di dalam perjalanannya, ia dipertemukan oleh seorang pengungsi wanita berdarah Indo-Belanda, dan sang komandan pun menaruh hati padanya meski ia telah beristri. Film berakhir ketika Indonesia berdaulat di tahun 1950.***

Editor: Risqi Fauzan Mustofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dulu Sebuah Gereja, Kini Menjadi Deretan Ruko

Kamis, 17 November 2022 | 01:44 WIB

Terpopuler

X