• Selasa, 6 Desember 2022

Ki Hajar Dewantara: Rangkap Jabatan adalah Perilaku yang Tidak Sopan

- Jumat, 24 Desember 2021 | 04:48 WIB
Ki Hajar Dewantara (wikipedia)
Ki Hajar Dewantara (wikipedia)

PANTURA TALK - Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara bukanlah sosok yang kalap dengan harta dan takhta. Ki Hajar Dewantara terbiasa hidup dalam kesederhanaan.

Meski lahir sebagai bangsawan dan pewaris kedua takhta Pakualaman, apabila Paku Alam III mangkat dan ayahnya tidak bisa naik takhta. Akan tetapi, takhta Pakualaman itu diserahkan oleh Belanda kepada saudara sepupu Pangeran Soerjaningrat yang kemudian menjadi Paku Alam IV.

Setelah Paku Alam IV mangkat, takhta diserahkan kepada Paku Alam V yang tidak lain adalah adik laki-laki Paku Alam III.

Baca Juga: Jejak Sejarah di Kawasan Balaikota Lawas Kota Tegal

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Ki Hajar Dewantara diangkat menjadi Menteri Pengajaran, Pendidikan, dan Kebudayaan pada Kabinet RI yang pertama (19 Agustus - 15 November 1945).

Setelah tiga bulan menjadi menteri, Ki Hajar Dewantara mengundurkan diri dari jabatannya. Sampai yang terakhir pada saat beliau menjadi Anggota DPR RIS -  DPRS RI (17 Agustus 1950 - 1 April 1954).

Meski mendapatkan promosi jabatan dari Presiden Soekarno untuk memimpin jabatan lainnya, Ki Hajar Dewantara selalu menanggalkan jabatan sebelumnya.

Ki Hajar Dewantara bukanlah sosok yang kalap, Ki Hajar Dewantara tidak suka dengan rangkap jabatan. Karena pernah ada seorang anggota Taman Siswa yang merangkap jabatan, dan menurut Ki Hajar Dewantara hal demikian merupakan perilaku yang tidak sopan atau tidak baik.

Baca Juga: Dibalik Cantiknya Wisata Guci, Ternyata Menyimpan Mitos dan Memiliki Sisi Lain

Halaman:

Editor: Risqi Fauzan Mustofa

Sumber: YouTube, Arsip Nasional Republik Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dulu Sebuah Gereja, Kini Menjadi Deretan Ruko

Kamis, 17 November 2022 | 01:44 WIB
X