• Selasa, 6 Desember 2022

PAWIYATAN SENIN PAING : Memaknai Damar Murub Urubing Dilah Sebagai Filosofi Hidup

- Kamis, 17 November 2022 | 00:44 WIB
Diskusi Senin Paing  (Peppy D'Jenggot ft Isal )
Diskusi Senin Paing (Peppy D'Jenggot ft Isal )

PANTURA TALK - Rindu yang terbayar setelah hampir dua tahun berlabuh karena pandemi, Minggu 6 November 2022 diskusi "Senen Paingan" berlayar kembali. Hadir dengan format baru sekaligus nama baru "PAWIYATAN SENEN PAING", dikesempatan perdana mengangkat tema 'Damar Murub' yang merujuk pada salah satu nama dhapur keris.

Bertempat di Kedai Kopi Owh (KKO) Slawi, hadir sebagai narasumber dalam Senin Paingan Budi Susanto pegiat Patra Ganesha (Paguyuban Tosan Aji Nusantara), Khusnul Aqib pegiat Lentera Literasi, serta Teguh Puji Harsono alias TPH sebagai pemantik.

Diiringi alunan Ilir-ilir garapan Gamelan Kyai Suket Kalanjana (Rumah Seni Tegal) TPH membuka Pawiyatan Senen Paing secara simbolis, penyalaan obor oleh Yoga Prasetyo perwakilan dari sesepuh dan Kebudayaan Dewan Kabupaten Tegal, didampingi penyair Sabbih Sabana mewakili generasi muda dan perwakilan dari Lesbumi Kabupaten Tegal , serta pembukaan slongsong tombak Damar Murub oleh ketua Patra Ganesha, Dulgepuk.

Baca Juga: Lirik Lagu Tuhan Yesus Tidak Berubah yang Viral di TikTok

Diskusi Senin Paing (Peppy D'Jenggot ft Isal )

Budi Susanto memaparkan Dhapur 'Damar Murub' memiliki ciri khas bilah keris lurus dibagian bawah dan luk satu diatas, pucuk lekuk keris seperti lidah api. Dahulu para empu membuat keris 'Damar Murub' sebagai pengharapan dan doa agar menjadi penerang sekaligus manfaat untuk semesta, lazimnya menjadi pegangan para pemimpin atau pemangku kebijakan sebagai simbol filosofi hidup “Urip iku Urup“ diartikan sebagai hidup itu dihargai bersanding dengan 'Urip iku Nguripi' . 'nguripi' itu Handayani atau memberi daya pada yang tak berdaya agar punya daya, maka 'urup' itu adalah nyala, penerang bagi jiwa agar laku budi yang tak luhur menjadi luhur.

Sebutan lain untuk 'Damar Murub' adalah 'Urubing Dilah' dalam paramasastra Dilah merupakan garbo dari dua tembung lingga Abdi dan Allah, memancarnya cahaya hamba Allah, senada dengan kosmologi 'Tumpeng Pengadukan Samudra' yang bernarasi mencari kehidupan udara, dilambangkan dengan lombok abang diujung tumpeng simbol dari pepadang. Cahaya bisa terpancarkan pada posisi orang-orang yang menghambakan dirinya pada Tuhan.

Sesi selanjutnya Khusnul Aqib berbagi perspektif lain dalam mengulas 'Damar Murub'. Allah berfirman dalam hadis Qudsi “Aku adalah perbendaharaan tersembunyi, dan Aku cinta untuk dikenal, maka Kuciptakan dunia (makhluk) agar Aku bisa dikenal”.

Diskusi Senin Paing (Peppy D'Jenggot ft Isal )

Imam Al-Ghozali dalam misykat Al-Anwar menyebutkan, awal penciptaan makhkuk adalah Nur Muhammad. Serapan manusia pada cahaya ketuhanan para ulama dilarang harus melalui Muhammad. Dalam beberapa pembahasan konsep Nur ada bermacam temuan, Nur bisa berarti Allah, Nabi Muhammad, Al-Qur'an, Al-Haq (kebenaran), Al-Iman (keimanan) dan Al-Ilm (ilmu).

Halaman:

Editor: Abdul Kadir

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Amalan Sunnah di Hari Jumat, Nomor 4 Sering Terlupakan

Jumat, 16 September 2022 | 02:30 WIB

Makna Hari Jumat Sebagai Hari Agung Umat Islam

Jumat, 13 Mei 2022 | 11:23 WIB
X