• Minggu, 14 Agustus 2022

Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Manfaatkan Aplikasi Marketplace sebagai Upaya Digitalisasi UMKM

- Kamis, 30 Juni 2022 | 00:21 WIB
Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Memanfaatkan Aplikasi Marketplace sebagai Upaya Digitalisasi UMKM. (Mochammad Rafly Akbar)
Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Memanfaatkan Aplikasi Marketplace sebagai Upaya Digitalisasi UMKM. (Mochammad Rafly Akbar)

PANTURA TALK - Pandemi Covid-19 mungkin sudah berakhir, tetapi dampak yang disebabkan tidak secara instan hilang begitu saja. Hal ini membuat beberapa sektor perekonomian mengalami kerugian yang besar, khsuusnya para pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau yang biasa di singkat dengan UMKM.

Memahami keadaan yang sedang terjadi, Mochammad Rafly Akbar mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melaksanakan kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) selama 12 hari yang dilaksanakan pada tanggal 30 Mei hingga 10 Juni 2022.

Kegiatan ini dilaksaknakan secara individu di Desa Sruni RT 03 RW 02 Kecamatan Gedangan, Sidoarjo dibawah bimbingan Bapak Dr. Darmansjah Tjahja Prakasa, S.T., M. T, sebagai Dosen pembimbing lapangan (DPL).

Baca Juga: Ajak Generasi Milenial Mengenal Sejarah Tegal, Dua Pemuda Ini Adakan Pameran Foto Lawas Tegal Tempo Dulu

Dampak yang diberikan oleh gelombang pandemi lalu lebih besar dari yang diperkirakan. Salah satu contohnya adalah Yuni (46), pelaku UMKM di desa Sruni.

Yuni yang awalnya menjual berbagai macam kebutuhan pokok mulai dari sayur, bumbu, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Kini hanya mampu berjualan dagangan yang bersifat kering dan tidak cepat membusuk saja.

Hal itu dikarekanakan dampak dari pandemi kemarin yang membuat suaminya berpulang, sehingga tidak ada yang berangkat kulakan sayur di pasar.

“Semenjak ditinggal oleh suami, saya hanya mampu berjualan barang yang bersifat kering dan tidak cepat busuk karena ada sales yang setiap hari mengantar barang, sedangkan untuk kulak di pasarpun tidak ada yang bisa. Meskipun pemasukan menjadi berkurang, saya akan tetap berjualan karena saya memiliki tanggungan 2 orang anak yang masih kecil,” kata Yuni.

Baca Juga: Dosen Unnes Hamdan Tri Atmaja: Stop Cyber Bullying dan Beretikalah dalam Bermedia Sosial

Halaman:

Editor: Risqi Fauzan Mustofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X