• Kamis, 6 Oktober 2022

Inilah Kriteria Hewan Ternak yang Dikurbankan Saat Wabah PMK Sesuai Fatwa MUI

- Senin, 4 Juli 2022 | 06:22 WIB
Beginilah kriteria Hewan kurban menurut MUI
Beginilah kriteria Hewan kurban menurut MUI

 

PANTURA TALK - Umat Islam akan merayakan Hari Idul Adha pada 10 Juli 2022 mendatang. Pada Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah), dan Hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah) dianjurkan untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Akan tetapi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Terkait hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait panduan melaksanakan ibadah qurban.

Sementara itu Sekretaris Jenderal (Sekjend) MUI, Amirsyah Tambunan mengatakan bahwa dalam pelaksanaan kurban tahun ini harus optimis, aman nyaman, tidak perlu khawatir, dan harus menyikapi secara proporsional dan profesional. Kemudian hewan yang dikurbankan harus sesuai dengan yang disyariahkan, yaitu sehat dan kuat.

Baca Juga: Setelah Timnas Indonesia U-19 Ditahan Imbang Timnas Vietnam U-19, Timnas Siap Menatap Laga Berikutnya

"Berangkat dari dua hal itu ada 4 kriteria sesuai fatwa MUI nomor 32 tahun 2022 yang saya ikut tanda tangan tanggal 31 Mei 2022," ujar Amirsyah Tambunan pada pada diskusi "Amankah Berkurban Saat Wabah Mengganas?" yang diadakan oleh Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9), Rabu (29/6/2022) Siang.

4 kriteria tersebut, pertama hewan yang sah untuk korban adalah hewan yang sehat, kuat, dan bobotnya baik. Menurutnya hal tersebut adalah hal yang diidam-idamkan oleh para pengurban.

"Kedua kalau ada gejala klinis yang ringan, yang ringan itu misalnya kukunya mulai kelihatan tanda, mulai keluar air liur, tetapi masih kelihatan kuat gagah gitu yah. Jadi ciri-ciri klinisnya masih ringan itu sah untuk dikurbankan, itu yang kedua," imbuhnya.

Kemudian yang ketiga kalau ada hewan kurban yang sudah keliatan mulai berat penyakit PMK nya. Seperti misalnya sudah lesu, tidak nafsu makan, itu air liurnya keluar. Tetapi masih punya nafsu makan, keliatan kuat. Maka masih sah untuk dikurbankan.

Halaman:

Editor: Firdaus Buchori

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X