• Kamis, 6 Oktober 2022

Tiga Aksi yang Dilakukan Oleh Pemerintah Untuk Mengatasi PMK

- Senin, 4 Juli 2022 | 06:11 WIB
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan ada tiga aksi yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) (Pixabay)
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan ada tiga aksi yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) (Pixabay)

PANTURA TALK - Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan ada tiga aksi yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang telah menjangkit ratusan ribu hewan ternak di sebagian besar wilayah Indonesia.

"Kemudian agenda aksi yang selalu disampaikan yang sudah kami lakukan di Kementerian Pertanian ada tiga langkah, langkah SOS, langkah temporary, dan langkah permanen," ujar Agung Suganda pada diskusi "Amankah Berkurban Saat Wabah Mengganas" yang diadakan oleh Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9), Rabu (29/6/2022) Siang.

Langkah SOS yang sudah dilakukan oleh Kementerian Pertanian adalah dengan membentuk gugus, pembentukan posko, pembentukan crisis center dari mulai tingkat nasional sampai kabupaten/kota, melakukan penetapan dan penutupan zoan merah, kemudian distribusi obat vitamin antibiotik dan disinfektan. Selain itu juga sosialisasi baik melalui crisis center, maupun media sosial yang ada.

Baca Juga: Sangar! Vincent Rompies Berhasil Gulingkan Valentino Jebret di Tepok Bulu 2022

"Kemudian untuk yang agenda temporary pengadaan vaksin tadi sudah disampaikan, saat ini kita sudah mendapatkan 3 juta dosis, 800 ribu dosis sudah kita terus distribusikan. Kemudian yang 2,2 mudah-mudahan besok anggaran untuk yang 2,2 juta sudah diputuskan. Sehingga vaksin yang sudah ada di Indonesia ini bisa kita segera distribusikan ke seluruh provinsi yang terjangkit. Kemudian juga pembatasan lalu lintas dari hewan dan produk hewan juga terus kita lakukan," jelasnya.

Kemudian untuk langkah permanen adalah mendorong pembuatan vaksin dalam negeri oleh Pusvetma Kementerian Pertanian, dan juga diikuti dengan vaksinasi masal dengan interval vaksin pertama dan kedua satu bulan, kemudian booster setelah enam bulan vaksinasi pertama.

"Beberapa regulasi juga telah diterbitkan oleh Kementerian Pertanian sejak munculnya wabah PMK ini dalam penetapan di beberapa kabupaten di provinsi Jawa Timur, dan juga penetapan daerah wabah di Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh," ujarnya.
Kemudian juga diikuti dengan berbagai macam surat edaran Kementerian Pertanian, maupun edaran Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, dan juga surat edaran dari Kepala Badan Karantina Pertanian dalam rangka pengendalian PMK ini. Kemudian MUI juga sudah menerbitkan fatwa nomor 32 tahun 2022 yang tentu ini menjadi panduan dalam pelaksanaan ibadah qurban pada saat wabah PMK ini.

"Kemudian juga yang terbaru sudah ada SK KPC PEN No 2 tahun 2022 tentang susunan keanggotaan dan struktur organisasi satgas PMK. Bapak dan ibu yang ingin mendapatkan informasi terkait dengan update penyakit PMK ini dapat membuka website kami di www.siagapmk.id. Kemudian juga bahan-bahan KIE juga bisa didownload di google Drive yang kami sediakan," pungkasnya.

Editor: Firdaus Buchori

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X