• Kamis, 6 Oktober 2022

Dosen Unnes Hamdan Tri Atmaja: Stop Cyber Bullying dan Beretikalah dalam Bermedia Sosial

- Jumat, 4 Maret 2022 | 09:01 WIB
Foto Dr. Hamdan Tri Atmaja, M.Pd. (Whatsapp - Hamdan Tri Atmaja)
Foto Dr. Hamdan Tri Atmaja, M.Pd. (Whatsapp - Hamdan Tri Atmaja)

PANTURA TALK - Kemajuan teknologi informasi tak bisa lagi dipungkiri. Kemudahan mengirim pesan pun tak luput dari kemajuan zaman. Singkat saja menulis pesan, hanya sekejap terkirim, diterima dan dibaca oleh penerima pesan tersebut.

Aktivitas mengirim pesan tersebut dikenal juga dengan chatting atau mengobrol. Obrolan dapat dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan memanfaatkan fitur dari aplikasi media sosial. Sangat mudah dan cepat bukan?

Namun, persoalan baru muncul ketika kita tidak dapat mengontrol emosi dan jemari kita untuk menulis pesan kepada seseorang atau pada kolom media sosial. Sehingga bukan informasi baik yang diperoleh, malah justru pesan penuh rundung.

Baca Juga: Sejarah dan Makna Warna Seragam Sekolah Setiap Jenjang di Indonesia

Perilaku cyber bullying atau perundungan siber (dunia maya) merupakan bentuk kekerasan yang dilakukan secara verbal dan tertulis, seperti memaki, mengintimidasi, menyebarkan rumor, serta merongrong orang, yang dilakukan melalui media sosial.

Cyber bullying menjadi persoalan yang amat penting, mengingat hal tersebut dapat menyebabkan gangguang psikis bagi seseorang apabila dilakukan secara terus-menerus.

Ditambah lagi, banyak anak di bawah umur 17 tahun menggunakan gadget secara bebas. Bila tidak diajarkan sejak dini, maka hal tersebut dapat memicu pola anak yang kurang bijak dalam bertutur-kata di media sosial. Khususnya, dalam menulis pesan kepada teman atau seseorang yang usianya di atas kita, sepeti orang tua, guru, dan dosen.

Apakah hanya kepada orang yang lebih tua? Tentu tidak, karena sudah sepatutnya kita memberikan contoh yang baik pula kepada orang yang usianya lebih muda tentang etika bermedia sosial.

Dr. Hamdan Tri Atmaja, M. Pd. Ketua Program Studi Pascasarjana Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial di Universitas Negeri Semarang turut memberikan tanggapan dan pengalamannya soal cyber bullying dan etika bermedia sosial.

Halaman:

Editor: Risqi Fauzan Mustofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X